Kualitas Menu Program MBG Diingatkan oleh Ketua Gerindra Ciamis
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Ciamis, H. Pipin, menegaskan pentingnya menjaga kualitas menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memperingatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk tidak mengabaikan standar yang telah ditentukan. Peringatan ini muncul setelah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan penurunan kualitas menu di beberapa titik.
Program MBG merupakan salah satu visi Presiden Prabowo Subianto dalam menciptakan generasi emas. Namun, H. Pipin menyampaikan kekhawatiran bahwa ada oknum yang diduga tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak program tersebut. “Jangan sampai program yang sangat bagus ini dicederai oleh tindakan tidak profesional,” ujarnya.
Standar Harga dan Tanggung Jawab Pengelola
Menurut ketentuan yang berlaku, anggaran per porsi MBG berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 10 ribu. Harga ini disesuaikan dengan kategori usia anak sekolah yang dilayani. H. Pipin menekankan bahwa pengelola harus jujur dalam menjalankan program ini.
“Penerima manfaat bukan hanya dari kalangan menengah atas, tetapi juga masyarakat tidak mampu dan anak yatim piatu. Oleh karena itu, integritas pengelola sangat penting,” katanya.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pengelola SPPG melalui yayasan sudah mendapatkan keuntungan dari skema sewa yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Untuk memastikan kualitas gizi yang sesuai, masyarakat diminta ikut serta melakukan pengawasan ketat.
Dampak Ekonomi Program MBG pada Daerah
Selain masalah kualitas, DPC Gerindra Ciamis juga menyoroti dampak ekonomi dari program MBG. H. Pipin menyampaikan bahwa saat ini penyerapan produk pertanian lokal untuk kebutuhan program baru mencapai sekitar 30 persen. Sisanya, bahan baku masih berasal dari pasar-pasar induk di luar wilayah Kabupaten Ciamis.
Tujuan utama dari program ini adalah tidak hanya pemenuhan gizi, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. “Kami ingatkan pengelola untuk lebih memprioritaskan produk pertanian daerah. Jangan sampai petani kita hanya menjadi penonton di tengah program besar ini,” tambahnya.
Pentingnya Transparansi dan Pengawasan
H. Pipin menegaskan bahwa transparansi harga per porsi sangat jelas. Ia menyarankan agar masyarakat turut serta mengawasi pelaksanaan program agar kualitas gizi yang diterima siswa sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan oleh pemerintah pusat.
Program MBG juga memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Menurut data dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUKMPP) Ciamis, banyak pelaku UMKM yang mulai menangkap peluang dari program ini.
Namun, meski ada potensi positif, H. Pipin tetap menekankan pentingnya menjaga kualitas menu dan menjunjung nilai integritas. “Jangan main-main dengan kualitas menu, apalagi sampai memotong anggaran dari porsi yang sudah ditentukan,” tegasnya.


