Persidangan Terbuka Jadi Ancaman Bagi Reputasi Denada

Konflik hukum antara penyanyi ternama Denada dan seorang pemuda asal Banyuwangi, Ressa Rizky Rosano, memasuki babak baru yang semakin menegangkan. Ressa, yang mengklaim sebagai anak kandung Denada, kini bersiap membongkar rahasia masa lalu penyanyi tersebut di persidangan setelah upaya perdamaian gagal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kontroversi ini berawal dari sengketa mobil yang berujung pada konflik emosional. Ressa dikabarkan menggunakan uang pemberian paman dan bibinya sebesar Rp 90 juta untuk uang muka kendaraan. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mobil tersebut didaftarkan atas nama adik Denada, bukan atas nama Ressa.

Akibatnya, Ressa harus bekerja keras untuk melunasi cicilan bulanan yang mencapai hampir Rp 4 juta. Ia bahkan menjadi pengemudi ojek daring dan sopir pribadi mendiang Emilia Contessa demi memenuhi tanggung jawab finansial.

Sengketa Mobil yang Menyebabkan Perpecahan

Menurut kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, masalah ini tidak hanya sekadar gugatan status anak biologis. Ada elemen etika yang menjadi pemicu perpecahan.

“Klien kami harus berjuang sendiri membayar cicilan. Padahal yang menggunakan mobil tersebut adalah anaknya Denada sendiri,” ujar Ronald.

Situasi memburuk ketika keterlambatan pembayaran memicu somasi hingga kedatangan pihak kepolisian ke kediaman Ressa. Upaya mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dinyatakan gagal total. Pihak Ressa menyayangkan sikap Denada yang dianggap tidak memanfaatkan momen mediasi tertutup tersebut untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Mengungkap Rahasia di Ruang Publik

Dengan gagalnya mediasi, pihak penggugat kini menyatakan kesiapan untuk menjalani persidangan yang bersifat terbuka. Hal ini membawa konsekuensi besar bagi reputasi Denada sebagai figur publik.

“Jika mereka sudah siap bertarung di persidangan, kami jauh lebih siap. Jangan salahkan kami jika nantinya berbagai rahasia atau aib masa lalu Denada terungkap di ruang publik,” tegas Ronald.

Pihak Ressa juga menyoroti penggunaan istilah dalam kasus ini. Ronald Armada lebih memilih menggunakan diksi “membuang anak” daripada sekadar “penelantaran”.

Menurutnya, istilah penelantaran biasanya digunakan jika orang tua masih mengakui status anaknya. Sementara dalam kasus ini, kehadiran Ressa selama 24 tahun dianggap tidak diakui sama sekali oleh sang penyanyi.

Kehidupan Ressa Sebelum Mengetahui Identitas Asli

Ressa sendiri baru mengetahui identitas ibu kandung yang sebenarnya setelah wafatnya Emilia Contessa pada Januari 2025. Selama puluhan tahun, ia hanya mengenal sosok Denada sebagai kakak sepupu.

Kini, dengan gagalnya mediasi, publik menanti bagaimana kelanjutan pembuktian di pengadilan. Termasuk hasil tes DNA yang sebelumnya pihak Ressa Rosano sempat tawarkan untuk memperjelas garis keturunan mereka.