Chipset dengan Performa Setara Snapdragon 8 Gen 5, Ini Pesaingnya di Pasar

Pada November 2025, Qualcomm meluncurkan chipset terbaru yang dirancang untuk pasar kelas menengah premium. Diberi nama Snapdragon 8 Gen 5, chipset ini menjadi pengganti dari generasi sebelumnya dan diposisikan sebagai solusi performa tinggi dengan harga lebih terjangkau dibanding flagship.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dibangun menggunakan teknologi fabrikasi 3 nm dari TSMC, Snapdragon 8 Gen 5 mengusung arsitektur CPU yang cukup kuat. Terdiri dari delapan inti dengan konfigurasi dua core Oryon v3 berkecepatan 3,8 GHz dan enam core Oryon v3 dengan kecepatan 3,32 GHz. Meski clock speed-nya sedikit lebih rendah dibanding Snapdragon 8 Elite Gen 5, performa keseluruhan tetap sangat memadai untuk kebutuhan penggunaan harian dan gaming.

GPU yang digunakan adalah Adreno 840, sama seperti pada versi elite. Namun, konfigurasinya dikurangi sedikit untuk menjaga efisiensi daya. Skor benchmark AnTuTu v10 mencapai sekitar 2,8-2,9 juta poin, sementara pada AnTuTu v11 mendekati 3,5 juta poin. Angka ini hanya tertinggal sekitar 14% dari Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Selain itu, chipset ini juga didukung oleh memori LPDDR5X, penyimpanan UFS 4.1, serta NPU yang mumpuni untuk tugas AI. Berkat semua fitur tersebut, banyak pengguna ingin tahu apa saja chipset lain yang memiliki performa setara atau bahkan mendekati Snapdragon 8 Gen 5.

Berikut beberapa opsi yang bisa menjadi alternatif:

1. Apple A19: Performa Kompetitif dengan Pendekatan Berbeda

Apple A19 merupakan salah satu chipset yang menawarkan performa hampir setara dengan Snapdragon 8 Gen 5. Dirilis sebagai penerus dari A18, chipset ini hadir di iPhone 17 standar yang diluncurkan pada September 2025.

Dibangun dengan fabrikasi 3 nm (N3P) dari TSMC, A19 menggunakan arsitektur CPU enam inti dengan dua core performa berkecepatan 4,26 GHz dan empat core efisiensi 2,6 GHz. Perbedaan utama dengan A19 Pro terletak pada GPU dan cache. A19 hanya membawa lima core GPU dengan kecepatan maksimal 1620 MHz, sedangkan A19 Pro memiliki enam core.

Dari sisi benchmark, A19 mencatat skor Geekbench 6 sekitar 3.608 untuk single-core dan 8.810 untuk multi-core. Performa ini cukup kompetitif untuk kebutuhan multitasking dan gaming. Selain itu, GPU-nya dilengkapi teknologi Neural Accelerators yang memberikan kemampuan AI yang cepat dan efisien.

A19 juga mendukung RAM 8GB LPDDR5X-8533 dengan bandwidth hingga 68,2 GB/s dan Neural Engine 16-core yang mumpuni. Performa keseluruhan chipset ini sangat impresif untuk penggunaan sehari-hari, meskipun sedikit tertinggal dalam GPU dibanding Snapdragon 8 Gen 5.

2. Snapdragon 8 Elite (Gen 4): Performa Flagship yang Masih Kompetitif

Meski merupakan generasi lama, Snapdragon 8 Elite (Gen 4) masih menawarkan performa yang sangat kompetitif. Diluncurkan pada Oktober 2024, chipset ini menggunakan fabrikasi 3 nm (N3E) dan memiliki konfigurasi CPU dua core prime 4,32 GHz dan enam core performance 3,53 GHz.

GPU yang digunakan adalah Adreno 830, yang masih mampu memberikan pengalaman gaming yang stabil. Skor AnTuTu v10 mencapai sekitar 2,75-2,9 juta poin, sedikit lebih tinggi dari Snapdragon 8 Gen 5. Namun, karena TDP yang lebih tinggi, chipset ini cenderung lebih panas dan kurang efisien dibanding generasi terbaru.

Chipset ini digunakan di berbagai perangkat flagship seperti Xiaomi 15 Pro, ASUS ROG Phone 9 Pro, dan Samsung Galaxy S26 Ultra. Performa burst-nya lebih baik, namun Snapdragon 8 Gen 5 lebih unggul dalam sustained performance.

3. Dimensity 9400: Pesanan Utama dari MediaTek

Dimensity 9400 adalah chipset flagship dari MediaTek yang diluncurkan pada Oktober 2024. Mengusung fabrikasi 3 nm (N3E), chipset ini memiliki arsitektur all-big core dengan satu core Cortex-X925 3,62 GHz, tiga core Cortex-X4 3,3 GHz, dan empat core Cortex-A720 2,4 GHz.

GPU yang digunakan adalah Arm Immortalis-G925 MC12 dengan 12 core, memberikan performa grafis yang sangat kuat untuk gaming. Skor AnTuTu v10 mencapai sekitar 2,7-2,9 juta poin, hampir sejajar dengan Snapdragon 8 Gen 5.

Chipset ini sudah digunakan di OPPO Find X8 Pro dan vivo X200. Performa GPU-nya sedikit lebih unggul, namun CPU single-core-nya sedikit tertinggal. Efisiensi daya kedua chipset cukup seimbang.

4. Xiaomi Xring O1: Chipset In-House yang Menjanjikan

Xiaomi Xring O1 adalah chipset pertama dari Xiaomi yang dirilis pada Mei 2025. Menggunakan fabrikasi 3 nm (N3E), chipset ini memiliki konfigurasi CPU sepuluh inti dengan dua core Cortex-X925 3,9 GHz, empat core Cortex-A725 3,4 GHz, dua core Cortex-A725 1,9 GHz, dan dua core Cortex-A520 1,8 GHz.

GPU-nya adalah Immortalis-G925 MC16 dengan 16 core, yang memberikan performa grafis terbaik di kelasnya. NPU 6-core dengan 44 TOPS juga memberikan kemampuan AI yang sangat mumpuni.

Meski skor AnTuTu v10 sekitar 2,5-2,6 juta poin, performa nyata tidak terlalu jauh dari Snapdragon 8 Gen 5. Chipset ini digunakan di Xiaomi 15S Pro dan Xiaomi Pad 7 Ultra, menunjukkan bahwa Xiaomi serius dalam pengembangan teknologi sendiri.

5. Dimensity 9400 Plus: Overclocked dari Dimensity 9400

Dimensity 9400 Plus adalah versi overclocked dari Dimensity 9400 yang diluncurkan pada April 2025. Core utamanya dinaikkan dari 3,62 GHz menjadi 3,73 GHz, memberikan peningkatan performa signifikan.

GPU yang digunakan tetap Arm Immortalis-G925 MC12 dengan 12 core, namun ada optimasi software yang meningkatkan performa grafis untuk gaming durasi panjang. Skor AnTuTu v10 mencapai sekitar 2,9 juta poin, sejajar dengan Snapdragon 8 Gen 5.

Chipset ini juga menawarkan peningkatan AI hingga 20% dibanding versi standar. Dijalankan di perangkat seperti Samsung Galaxy Tab S11 series dan Xiaomi 15T Pro, Dimensity 9400 Plus menawarkan keseimbangan performa yang baik.

6. Dimensity 9500: Lompatan Performa yang Signifikan

Dimensity 9500 adalah chipset terbaru dari MediaTek yang diluncurkan pada September 2025. Menggunakan fabrikasi 3 nm (N3P), chipset ini memiliki arsitektur ARM Lumex C1-series dengan satu core C1-Ultra 4,21 GHz, tiga core C1-Premium 3,5 GHz, dan empat core C1-Pro 2,7 GHz.

GPU-nya adalah Mali-G1 Ultra MC12 yang menawarkan peningkatan performa hingga 40% dibanding generasi sebelumnya. Skor AnTuTu v11 mencapai sekitar 4 juta poin, menjadikannya chipset pertama yang menembus angka tersebut.

Performa single-core-nya bahkan mengalahkan Snapdragon 8 Elite Gen 5, membuatnya menjadi pesaing yang sangat kuat. Chipset ini digunakan di vivo X300, OPPO Find X9, dan OPPO Find X9 Pro.

7. Snapdragon 8 Elite Gen 5: Flagship yang Lebih Kuat

Snapdragon 8 Elite Gen 5 adalah chipset flagship dari Qualcomm yang diluncurkan pada September 2025. Mempunyai fabrikasi 3 nm (N3P), chipset ini memiliki dua core Oryon v3 4,6 GHz dan enam core performance 3,62 GHz.

GPU-nya adalah Adreno 840, yang menawarkan peningkatan performa hingga 23% dibanding generasi sebelumnya. Skor AnTuTu v11 mencapai sekitar 3,7-3,8 juta poin, menjadikannya chipset yang sangat kuat.

Namun, thermal management-nya masih menjadi tantangan, karena chipset ini cenderung cepat panas saat digunakan untuk gaming atau tugas berat. Chipset ini digunakan di iQOO 15, nubia RedMagic 11 Pro, dan Xiaomi 17 Pro.

Kesimpulan

Setiap chipset memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Untuk pengguna yang menginginkan keseimbangan antara performa dan efisiensi, Snapdragon 8 Gen 5 adalah pilihan yang ideal. Namun, jika mencari alternatif, Apple A19, Dimensity 9400, dan Dimensity 9400 Plus juga layak dipertimbangkan.

Perlu diingat, performa HP tidak hanya ditentukan oleh chipset. Faktor lain seperti sistem pendinginan, optimasi software, kualitas layar, dan baterai juga berpengaruh besar pada pengalaman pengguna.